Siapa yang menemukan Tahiti

Qui a découvert tahiti

Siapa yang Menemukan Tahiti: Sejarah Penemuan Pulau Surga

Perkenalan

Tahiti, sebuah pulau surga yang terletak di Samudra Pasifik, telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Namun penemuan Tahiti diselimuti misteri dan kontroversi, karena ada larangan mengenai siapa yang benar-benar menemukan pulau tersebut. Dalam artikel ini, kami akan mengkaji berbagai klaim untuk menentukan siapa yang pertama kali menemukan Tahiti.

Tahiti adalah pulau milik KepulauanMasyarakat, gugusan pulau yang terletak di barat daya Samudra Pasifik. Sebelum kedatangan orang Eropa pertama pada abad ke-18, Tahiti dihuni oleh orang Polinesia. Namun, meski demikian, selalu ada keraguan tentang siapa yang benar-benar menemukan pulau itu.

Pulau surga Tahiti ditemukan oleh navigator Inggris Samuel Wallis pada tahun 1767. Kisah penemuan ini telah dikumpulkan dalam catatan perjalanan, di mana Wallis menjelaskan secara rinci pengamatannya terhadap penduduk lokal, satwa liar, dan flora di pulau itu. Menurut tulisan Wallis, pulau Tahiti luar biasa indah dan subur, dengan makanan berlimpah dan budaya yang kaya dan kompleks.

Penemuan Wallis membuka jalan bagi kedatangan orang Eropa di pulau Tahiti, yang kemudian dijajah oleh Prancis pada tahun 1842. Meskipun penjajahan Prancis membawa perubahan signifikan pada budaya dan masyarakat Tahiti, pulau ini tetap menjadi daya tarik bagi para wisatawan. dan seniman dari seluruh dunia. Saat ini, Tahiti adalah tujuan wisata internasional yang populer karena pantai pasir putihnya, perairan biru kehijauan, dan suasananya yang santai.

Namun, penemuan Wallis tentang Tahiti sering dikritik karena konsekuensi negatifnya terhadap budaya dan masyarakat Tahiti. Catatan perjalanan Wallis telah digunakan untuk membenarkan eksploitasi sumber daya alam pulau dan penduduk setempat, serta membenarkan penjajahan berikutnya. Konsekuensi penjajahan sangat berat bagi penduduk Tahiti, yang kehilangan wilayah dan budayanya.

Saat ini, banyak orang melihat sejarah Tahiti dengan pandangan kritis dan berusaha memahami kerumitan kisah penemuan pulau itu. Catatan perjalanan Wallis dapat dikonsultasikan secara online di situs web Encyclopædia Universalis di bagian yang dikhususkan untuk sejarah Tahiti (https://www.universalis.fr/encyclopedia/samuel-wallis/), menawarkan kesempatan untuk lebih memahami kisah perjalanan yang telah membentuk sejarah pulau melonjak ini.

http://www.universalis.fr

Klaim kontroversial: Wallis dan Futuna

Klaim pertama penemuan Tahiti adalah pulau Wallis dan Futuna. Pada tahun 1767, navigator Prancis Samuel Wallis adalah orang Eropa pertama yang melihat pulau itu. Namun, Wallis sendiri tidak mendarat di pulau itu, dia hanya berlayar lepas pantai Tahiti ketika anak buahnya melihat pulau itu. Memang, Samuel Wallis sedang dalam perjalanan ke pulau Wallis dan Futuna ketika dia menemukan Kepulauan Society.

Penemuan Tahiti oleh Samuel Wallis

Orang Eropa pertama yang mendarat di Tahiti adalah navigator Inggris Samuel Wallis. Pada 1767 dia mengirim perahu kecil untuk menyembunyikan pulau itu. Para kru diterima oleh orang Tahiti yang lama kelamaan menjadi semakin bermusuhan. Oleh karena itu Wallis memutuskan untuk berlayar dan segera meninggalkan pulau itu.

Klaim Louis Antoine de Bougainville

Namun, klaim Wallis bukan satu-satunya sejak lama. Pada tahun 1768, Louis Antoine de Bougainville berlayar ke Tahiti dari Prancis. Dalam catatan ekspedisinya, Bougainville menceritakan bagaimana dia menjadi orang Eropa pertama yang diterima di pulau itu oleh orang Tahiti. Namun, beberapa sejarah meragukan klaim ini berdasarkan laporan ekspedisi kontemporer.

Klaim Kontroversial: Klaim Belanda

Selain itu, pihak Belanda juga mengeluarkan klaim atas penemuan Tahiti. Pada tahun 1720, Belanda menyembunyikan sebuah pulau yang mereka sebut Tupua’i, yang mereka yakini sebagai Tahiti. Namun, menurut pemerintah Polinesia Prancis, kemungkinan itu adalah Kepulauan Tuamotu, kepulauan lain yang terletak di sebelah timur Tahiti.

Siapa yang benar-benar menemukan Tahiti?

Pada akhirnya, sulit dikatakan siapa yang benar-benar menemukan pulau Tahiti. Klaim Samuel Wallis, Louis Antoine de Bougainville dan Belanda semuanya kontroversial dan diperdebatkan. Namun, yang terbukti adalah kenyamanan Tahiti oleh orang Eropa berdampak besar pada pulau dan penduduknya.

Kesimpulan

Penemuan Tahiti menjadi subyek kontroversi yang tak terhitung banyaknya, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang benar-benar menemukan pulau itu. Meskipun demikian, kedatangan orang Eropa ke Tahiti berdampak besar pada pulau tersebut dan penduduknya, dan kehadiran mereka terus membentuk pulau tersebut hingga saat ini.